Peta Belajar Bersama
Halo Sobat Pintar, ini ada Peta Belajar Bersama Materi Mengulas Karya Fiksi.

Langsung aja yuk, kita belajar materi Mengulas Karya Fiksi.
Pengertian dan Tujuan Karya Fiksi

Pernahkah Sobat Pintar membaca
sebuah karya fiksi, seperti novel atau cerpen lalu Sobat merasa bahwa karya
tersebut bagus, ceritanya menarik, atau justru terkesan membosankan? Kemudian
kalian berpikir “Harusnya ceritanya seperti ini atau harusnya bahasanya diganti
begini, pasti ceritanya lebih bagus” Nah, Sobat sebenarnya bagus atau
tidaknya sebuah karya fiksi itu tergantung dari unsur-unsur yang berada di
dalamnya. Jadi, agar kita dapat menilai karya fiksi dengan baik, atau
bahkan menulis karya fiksi sendiri, tentunya Sobat perlu memahami dulu, apa itu
karya fiksi dan apa saja unsur-unsur pembangun yang berada di dalamnya.
Karya fiksi (sastra) adalah
karya hasil perpaduan antara perasaan dan pikiran (Suharianto,
2005). Wellek dan Warren (2009) mendefinisikan karya fiksi sebagai cerita
atau latar yang bersumber dari imajinasi. Meskipun karya fiksi adalah
cerita rekaan yang bersumber dari imajinasi penulis, ada pelajaran penting di
dalamnya tentang cara menghadapi masalah dalam kehidupan nyata.
Misalnya saja cerita tentang
“Timun Mas”, walaupun termasuk karya fiksi berjenis cerita rakyat, Timun Mas
mengajarkan pembacanya untuk berusaha agar tidak menyerah ketika berada dalam
kesulitan, meminta hanya kepada Tuhan, dan menepati janji.
Teks Karya Fiksi
- Teks merupakan rangkain kata atau kalimat yang memiliki struktur dan tata bahasa tertentu dan disusun secara tertulis dengan tujuan untuk menyampaikan informasi, menjelaskan sesuatu, atau mengungkapkan makna
Unsur-Unsur Karya Fiksi

Saat membaca sebuah cerita, Sobat Pintar mungkin akan menyukai beberapa hal dalam cerita itu. Kalian mungkin suka tokohnya, latar ceritanya, atau jalan ceritanya. Hal-hal yang kalian suka itu disebut unsur cerita. Unsur-unsur inilah yang membentuk karya tersebut. Cara penulis menuliskan unsur-unsur tersebut menjadi penentu bagus tidaknya sebuah cerita. Sebuah karya fiksi tidak terlepas dari empat hal berikut.
Tokoh
Tokoh cerita adalah tokoh-tokoh yang ada di dalam sebuah cerita. Tokoh cerita dibedakan menjadi dua, yaitu tokoh utama dan tokoh pendukung. Kalian dapat mengenali tokoh utama cerita dengan mencermati hal-hal berikut.
- Tokoh utama adalah tokoh yang paling banyak muncul di sepanjang cerita.
- Tokoh utama memiliki peran penting dalam cerita. Bila tokoh ini tidak ada, cerita itu pun tidak akan ada.
Latar cerita
Latar cerita adalah tempat dan waktu terjadinya cerita. Sobat dapat mengetahui latar suatu cerita dengan melihat nama-nama tempat dan waktu dalam cerita.
Tema cerita
Tema cerita adalah pokok masalah yang dipaparkan dalam cerita. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tema adalah pokok pikiran atau dasar cerita yang (dipercakapkan, dipakai sebagai dasar mengarang). Tema dalam karya fiksi cukup beragam seperti tema keagamaan, ketuhanan, percintaan, pendidikan, dan lain sebagainya.
Alur atau jalan cerita
Dalam karya fiksi, jalan cerita disebut juga alur atau plot. Alur berisi rangkaian kejadian yang dihadapi tokoh cerita dari awal sampai akhir. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, alur adalah rangkaian peristiwa yang direka atau dijalin dengan saksama dan menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan ke arah klimaks dan penyelesaian. Terdapat tiga macam alur cerita.
- Alur maju adalah alur yang diawali cerita kejadian masa kini dengan konflik datar, pada bagian tengah, konflik semakin menanjak, dan diakhiri klimaks serta penyelesaian pada akhir cerita.
- Alur mundur adalah alur yang dibuka dengan penceritaan kejadian masa lampau di awal cerita dan diselesaikan dengan konflik pada masa kini.
- Alur campuran (maju-mundur) adalah alur yang mencampurkan kisah kejadian masa kini dan masa lalu secara bergantian.
Sobat Pintar dapat menggunakan cara kreatif berikut untuk mengenali urutan peristiwa demi peristiwa yang membentuk alur cerita. Cara kreatif ini disebut dengan PASKA (Pada mulanya, Selanjutnya, Kemudian, dan Akhirnya).
Langkah-Langkah Mengulas Karya Fiksi

Setelah mengetahui pengertian karya fiksi beserta unsur-unsur pembentuknya, Sobat Pintar dapat melakukan penilaian terhadap karya tersebut secara lengkap dan tepat. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam mengulas atau menilai karya Fiksi
- Tentukan karya fiksi apa yang akan dinilai. Karya fiksi meliputi novel, cerpen, dongeng, roman, fabel, dan lain sebagainya.
- Lakukan pembacaan. Pembacaan yang dilakukan di sini bermanfaat untuk menganalisis unsur-unsur yang terdapat di dalamnya, seperti bagaimana ceritanya, siapa saja tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya.
- Identifikasi Penokohan. Cerita yang baik adalah cerita yang tokoh-tokohnya dipahami pembaca. Sobat dapat menilai penokohan dalam cerita dengan melakukan pengamatan terhadap data diri, latar belakang atau motif mengapa tokoh tersebut melakukan suatu perbuatan, dan bagaimana sifat-sifat tokoh.
- Identifikasi latar cerita. Latar cerita meliputi latar tempat dan latar waktu kejadian. Ketika Sobat membaca sebuah cerita fiksi, cermatilah penjelasan latarnya: disampaikan secara jelas atau tidak. Cerita yang tidak jelas latarnya akan menimbulkan kebingungan karena pembaca tidak tahu waktu dan tempat terjadinya cerita tersebut.
- Identifikasi tema dan amanat cerita. Identifikasi tema di sini adalah : Apakah Sobat dapat memahami maksud penulisnya dengan jelas? Apakah Sobat memahami pesan yang hendak disampaikan penulisnya? Untuk mendapatkan jawabannya, Sobat dapat menggunakan langkah-langkah mengenali tema yang sudah dipelajari sebelumnya.
- Identifikasi alur cerita. Alur cerita dapat dikenali dengan melihat bagian perkenalan, konflik, dan penyelesaian cerita. Ketika menilai sebuah karya, perhatikanlah jenis alur yang dipakai. Perhatikan pula rangkaian peristiwanya. Apakah rangkaian peristiwa yang dirancang penulis runtut atau justru seperti menggantung.
Kaidah Bahasa Karya Fiksi

Dalam sebuah cerita fiksi, kalian akan menemukan banyak kata. Kosakata tersebut tidak hanya memiliki satu makna. Beberapa kata mungkin mempunyai makna yang berlainan dengan makna sebenarnya atau bermakna kiasan. Sementara itu, beberapa kata bermakna semestinya. Dua jenis makna kata ini disebut dengan makna konotasi dan denotasi. Yuk, kita simak penjelasannya berikut!
Konotasi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konotasi adalah kata yang mempunyai makna lain di baliknya atau sesuatu makna yang berkaitan dengan sebuah kata. Seorang penulis biasanya menggunakan kata-kata dengan makna konotasi agar kalimat-kalimat dalam cerita yang ditulisnya menjadi lebih menarik. Contoh kalimat yang mengandung makna konotasi adalah : “Pasangan suami istri itu sudah lama menantikan kehadiran buah hati” kata buah hati menunjukkan makna konotasi karena yang dimaksud adalah kehadiran seorang anak.
Denotasi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, denotasi adalah makna kata atau kelompok kata yang berdasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu di luar bahasa. Denotasi juga berarti makna kata-kata yang sebenarnya atau bukan makna kiasan.
0 Komentar